Kamis, 22 Maret 2018

Detik Diam

Diam adalah emas. 
Bicara bisa jadi sebuah berlian. 
Semua masalah waktu. 
Bahkan emas juga tidak langsung terbentuk. 
Dan berlian pun tak bim salabim langsung jadi. Semuanya memerlukan proses. 
Prosesnya panjang jika memang ingin menjadikan diam itu benar-benar emas 24karat dan berlian yang tak ternilai harganya. 

Proses seperti apa? Begini menurutku.
Kita tempa bijih emas dan berlian yang berupa kata.
Bentuklah sedimikian layak dengan otak dan hingga diamini oleh hati. 
Begitu berulang-ulang. Sampai kita terbiasa. 
Memilih diam sebagai emas. Dan berlian ketika berbicara.

Jumat, 16 Maret 2018

Exit Exam Series : Ujian Komprehensif FK UNAIR

Assalamualaikum, 

Halooo, ini adalah kolom Exit Exam Series di blog ini. Jadi, ini series tulisannya aku buat sebagai cerita pengalaman ujian final sebelum benar-benar menyandang gelar (dr). 

Tentunya, tulisan ini aku buat agar temen-temen yang belum atau akan mengikuti serangkaian ujian ini bisa mencari tahu ngapain ajaa si ujiannya ituu trus belajarnyaa gimanaa, apa ajaa yang harus disiapiin, hehe. 

Banyaaak banget yang tanya aku seperti itu, makanya dari pada bahas one by one aku kasih aja chattt ituu dalam bentuk panjang hoho.


Nah, ujian final itu sejauh ini ada dua macam, yaitu ujian final yang diselenggarakan lokal di fakultas dan kontinyu ke ujian final yang diadakan negara (Negara loh, jadi semacam UNAS sd-sma he he). 

Aku bilangnya kontinu kenapa, soalnya sebelum ikut ujian final negara (UKMPPD) kami harus mengikuti dan lulus ujian lokal di fakultas (Ujian Komprehensif kalau di FK UNAIR).
Oke, sampai sini dulu ada yang di tanyakan? *macam bahas soal aja (==)''
Exit Exam Series : Ujian Komprehensif FK UNAIR dan UKMPPD Nasional 

Oke, cukup babibunya. Sekarang aku mulai dari OSCE dulu yah, Karena kalau di FK UNAIR ga tahu kenapa mulai periodeku udah sistemnya OSCE dulu yang diujikan.  

Ujian OSCE itu waktunya 15 menit, tapi hanya 14 menit efektif. Nah, 1 menitnya itu dibuat untuk jalan ke soal selanjutnya. Soalnya ada 12 station plus 2 station istirahat di nomer 7 dan 14. 

Di dalam ruangan itu ada penguji, pasien, dan manekin yang biasanya untuk tindakan. Untuk penataan ruangnya sudah pakem seperti di Panduan UKMPPD.

Sebelum ujian
Latihan Bicara is a must!
Soalnya kamu ujian praktek, bukan menghadapi kertas. Jadi, sebisa mungkin habis bahas satu kasus, langsung praktekin ngomongnya. Bareng-bareng temenmu bisa. Sendirian pun bisa, karena aku juga banyak belajar sendiri dulu, baru dicocokkan sama teman. Nah, kalau kamu tipe belajarnya kayak aku, bisa gunakan cermin untuk praktiknya. 

Saat Ujian
Kalau aku bilang jangan gugup, ga bakal ngaruh. Karena, ini ujian mau mulai, jadi pasti kalian gugup khususnya station pertama. Tapi tetap tenang aja, anggap kamu settingnya di suatu tempat dan hanya kamu yang diandalkan, jadi kamu mau ga mau harus bersikap tenang dan fokus.
Kalau untuk penguji, sapalah penguji, saranku. Nah, sapanya bisa dengan anggukan kepala dan kontak mata yang menandakan kita sudah siap masuk ke medan perang :)) alias ruangan ujian.

Poin pertanyaan UKMPPD secara umum terdiri dari poin-poin berikut ini.  

1. Anamnesis : langsung ke anamnesis yang mengarah yah, dan menyeluruh, ada keluhan sakit di tempat lain juga misalnya. Karena waktu itu dapat kasus uric acid ada tofus di daerah falang, nah tyt ada juga di daerah siku :")
         Soal OSCE Kompre maupun UKMPPD itu menurutku sudah jelas dan mengarah ke suatu diagnosis. Jadi, kalau bisa ngga usah lama-lama di sini tapi tetep harus sambung rasa, padat dan mengarah ke hal-hal yang harus ditanyakan seperti keluhan memberat saat apa, di keluarga ada yang sakit apa,  dll. tetep ditanyakan.  

2. Pemeriksaan Fisik : ini juga sesuai kasus kamu, dan biasaya pada soal mengarah. Kalau pas stase psikiatri waktu UKMPPD kemarin, malah udah ditulis di soal status Tensi, Nadi, Suhu, RR pasien. 

3. Pemeriksaan penunjang : nah pada poin ini waktu aku ujian tidak melakukan, tapi mengusulkan dan menginterpretasikan hasil

4. Diagnosis dan Diagnosis Banding: tulis diagnosis pada kertas, dan jika ada penguji bertanya, dijawab aja diagnosisnya, tp tetep ditulis dikertas JIKA ada perintah TULISLAH 

5. Tatalaksana Farmakoterapi dan Non Farmakoterapi. Ini lebih baik pakai PPK dan DOEN/FORMULARIUM NASIONAL.  
Bisa download di sini yah tautannya langsung ke website resmi ukmppd
       DOEN 2013     Formularium Nasional 2016
6. KIE : ini setiap stasion baiknya semua di KIE karena itu menunjukkan profesionalitas sebagai dokter, tugasnya dokter lebih ke ini selain poin2 di atas. 

7. Perilaku profesional: nah ini yang paling penting. Pakai jas dokter yang bersih dan putih seperti jas dokter pada umumnya (jangan putih tulang atau ada bercak-bercak noddaa), sepatu juga sebaiknya yang tertutup, bisa panto, sneakers, skechers etc. Nah, cara jalanpun harus tegak, yakin, pembawaannya percaya diri. Dan, perlakukan pasien seperti pasien.
Dan, jangan lupa cuci tangan ya Mbak DM :) 
Kapan itu cuci tangannya? Well, ngga ada pakem dalam ujian ini, tapi kita udah tau prinsipnya ada 5 waktu dalam hand hygiene. 
Nah, kalau aku nih pas habis buka pintu, sapa pasien, kemudian cuci tangan, bisa salaman lagi sama pasien. Setelah itu, udah kan anamnesa dll, waktu mau pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik juga cuci tangan, jadi se lege artis mungkin. 

Kalau ada yang kurang jelas atau masih perlu ditanyakan silakan komen yah☺❤

Jumat, 02 Maret 2018

Pada Suatu Senja di Jogjakarta



Sri
Kau bilang Jogja bagai rumah kalbu
Dia selalu menentramkan gundah gulana yang berkecamuk dalam relung kalbu
Kau bilang Jogja menentramkanmu
Dia selalu dapat melepaskan ikatan beban dalam pundakmu tanpa perlu kau gerutu
Kau bilang Jogja sebagai tempat meremuk redam segala lara yang terasa
Dia selalu hadir di ingatanmu mana kala kamu butuh tempat untuk menjadi dirimu seutuhnya

Mungkin hanya Jogja yang saat ini bisa menjawab keluh kesahmu
Lalu akupun berlalu bagaikan debu yang menderu, menjauhimu
Sementara saja, mauku begitu
Tapi ternyata saat hujan di Jogja pada Desember itu
Kau mendekatiku dan membisikkan sesuatu

Pandu
Senja kali ini, berbeda dengan senja sebelumnya, Sri
Hatiku sudah menemukan rumah yang aku ingini
Pada senja ini, tak usah kau endapkan ingatan tentang senja dahulu yang pasti tak kembali
Tengok saja ayah bundamu, Sri
Sampaikan maaf karena ruang relungku telah terpatri di kota ini

Satu hal yang perlu kau ingat, Sri
Pada suatu senja di Jogjakarta, aku pernah melabuhkan hati
Pada seorang dewi yang kini di tiap lekuk ingatannya tak kudapati diriku lagi
Semoga segera kau gapai semua yang kau ingini
Bukan dengan aku yang merintih sendiri menghadapi gulana yang tak kunjung pergi

This entry was posted in

Kamis, 01 Maret 2018

Buku CITO! Buku Praktik Kegawatdaruratan untuk Dokter Umum di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Halo, Sahabat! 
Kali ini aku mau membahas tentang buku kegawatdaruratan untuk dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Sebagai dokter umum atau general practitioner, kita berada pada garda terdepan pelayanan kesehatan dalam praktik sehari-hari. Artinya, setiap ada pasien yang datang di UGD atau klinik, penanganan pertama adalah kewajiban dokter umum. Dalam dunia kedokteran, penyakit-penyakit dibagi menjadi beberapa kompetensi. Strata kompetensi itu sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia. 
Jadi, kalau ada pasien datang ke klinik kita dengan kondisi gawat darurat, kita harus bisa menanganinya. Lebih jelasnya, menangani kegawatdaruratannya yah. Please, don't be panic! Apa jadinya kalau pasien dan keluarga pasien panik nah dokternya ikutan panik juga? Tenangkan diri kita dulu, baru keluarga pasiennya yang ikut mengantar yang ditenangkan. Oke, itu rumus pertama. 

Selanjutnya adalah tangani sesuai penyakitnya. Penyakit yang tergolong dalam gawatdarurat itu banyak. Dan, sebagai pengingat atau semacam reminder aku punya buku CITO! 


apa sih itu buku CITO! (?)

Buku CITO! itu semcam buku praktis kegawatdaruratan untuk dokter umum. Nah, langsung aja, ini foto penampakan bukunya. 
Buku Cito!

Jadi, guys buku ini ukurannya A6 alias segenggaman tangan jadi jangan kaget yaah hehe. Banyak yang bilang kok bukunya kecil ? iya kecil kan buat buku saku :) Jadi ga berasa bawa textbook sambil jalan. Hehe. 


Ada total 79 pembahasan kasus kegawatdaruratan dan ada juga daftar obat esensial yang tersedia IGD berikut cara pemberian serta dosisnya. Nah 79 kasus itu terdistribusi pada kelompok sistem berikut ini :

Neurologi
Psikiatri
Oftalmologi
Otolaringologi
Pulmonologi
Kardiologi
Gastroenterologi
Urologi
Obgin
Endokrinologi
Hematologi
Orthopedi
Dermatologi

Pembahasan per kasusnya komprehensif serta ada tips-tips aplikatif yang diberi kolom tersendiri. Oh, iya. Buat yang nanya sumbernya, ini semua sudah berasal dari sumber yang terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan. Lebih mendetail sumber dijelaskan kasus per kasus.



Mau intip dalem bukunya? 







Buku ini dicetak menggunakan kertas hvs yang tebel dan dijilid softcover. Oh iya, ada sekitar 300 halaman buku. Gimana, yakin ga tertarik buat punya?

Let's Go save a life with CITO! 








Yang mau order bisa hubungi ini yah 085730600099 (WA only) dan bisa ke instagram @medixstore buat liat-liat foto lainnya. 
















   
This entry was posted in

Menghadapi Kritik dengan Legawa



Apa sih yang Sahabat akan lakukan jika ada orang yang mengkritik? 
Awalnya pasti akan merasa ngga terima, "aku udah berusaha loh, kok masih ada aja salahnya ya?"


Yah, memang itu semua terlihat tidak mudah di awal. Di lingkungan kita, pasti ada saja orang-orang yang bisa jeli melihat kesalahan kita. Pasti ada, loh! Nah, kalau pasti ada, sebaiknya kita sebagai objeknya memakai jurus menerima umpan negatif dengan sikap positif. 

Semua itu membutuhkan keterampilan, Sahabat. Bahkan, tidak hanya itu, kerendahan hati, kekuatan yang cukup besar untuk menerima kondisi tersebut membutuhkan usaha yang tidak jadi hanya semalam saja. Betul, butuh kesabaran. 

Terdapat beberapa poin yang dapat Sahabat pertimbangkan dalam menanggapi kritik. Biar nggak tambah gelo :)



1. Tidak ada manusia yang sempurna

Dalam menghadapi kritik, tanamkan hal ini dalam-dalam di benakmu.

Halo, aku dan kamu sama-sama memiliki kekurangan tapi kita juga memiliki kelebihan yang layak kita perjuangkan. 

Sudah bisa? Oke, janji ya tetap diingat-ingat? 

Terimalah bahwa Sahabat adalah manusia yang tidak sempurna. Jika Sahabat memulai setiap tugas dengan berpikiran bahwa Sahabat tidak pernah salah, hal tersebut membodohi diri sendiri dan membuat segala sesuatu menjadi runyam. 
Dapat dipastikan Sahabat akan membuat kesalahan. Yang penting adalah untuk belajar dari kesalahan itu. Dan, meminimalisir terjadinya kesalahan yang sama kemudian hari. 


2. Evaluasi dan Evaluasi

Sebelum Sahabat mengumpulkan tugas ke atasan, pastikan Sahabat teliti dan melakukan  segala sesuatu dengan hati-hati. Ini dapat membantu kamu  menghindari kesalahan konyol dan memastikan bahwa rekan kerjamu tidak perlu repot-repot tentang masalah kecil. 

3. Kritik bukan berarti benci 

Jangan tersinggung. Jika rekan kerja mengkritikmu, ingatkan diri sendiri bahwa itu tidak berarti dia tidak menyukai Anda, atau bahwa Anda tidak cukup baik untuk pekerjaan itu. Rekan kerja Anda hanya mencoba untuk memastikan bahwa Anda melakukan pekerjaan sebaik mungkin. 

4. Kuncinya: dengarkanlah

Dengarkan baik-baik. Mencatat dan terus mengingatkan diri sendiri bagaimana untuk memperbaiki masalah. Langkah ini adalah yang paling sulit. karena dapat berarti bahwa seseorang harus mengakui kesalahan diri sendiri dan mengakui kelebihan orang lain. 
Ingat perjanjian awal ya? 

5. Pelajari apa manfaat kritik tersebut

Tanyakan kepada diri sendiri apa yang dapat Anda pelajari dari kritik ini. Jika Anda merasa diri Anda semakin defensif atau marah, ulangi pertanyaan "Apa yang bisa saya pelajari?"

6. Setuju dengan yang dikatakan pengkritik, separuhnya

Ketika dihadapkan dengan kritik, kebanyakan orang fokus pada bagian dari umpan balik negatif yang mungkin tidak benar dan mengabaikan sisanya. 

Ini tidak memecahkan masalah, dan Anda tidak belajar apa-apa. Bila Anda setuju dengan salah satu bagian dari kritik, Anda menjadi terbuka untuk belajar. Anda tidak harus setuju dengan segala sesuatu; bahkan setuju dengan salah satu aspek kecil dari kritik akan menciptakan suasana kerja sama tim. Fokusnya kemudian dapat menjadi bagaimana Anda akan bekerja sama untuk memecahkan masalah, yang akan mengurangi perasaan Anda diserang. 


7. Jangan lekas marah

Sahabat perlu menganalisis dan mengevaluasi apa yang Sahabat terima. Sahabat perlu waktu untuk memproses informasi, menentukan apakah itu adalah kritik yang benar dan memutuskan apa yang akan Sahabat lakukan untuk memecahkan masalah atau memperbaiki kesalahan. 


8. Jangan Dendam terhadap pengkritik

Jangan menyimpan dendam. sikap marah/kesal terhadap kritik dapat mempengaruhi pekerjaanmu. Lepas kesalahan dari pikiran Anda dan fokus pada melakukan pekerjaan sebaik mungkin pada tugas berikutnya.


9. Ada alasan di balik sebuah kejadian

Ingat pepatah something happened for the reason. Mungkin saja, ini adalah kesempatan Sahabat untuk memperbaiki diri. Sesegera mungkin tahu kelemahan, semakin baik bukan ?


10. Ceritakan perasaanmu

Ketika Sahabat marah dengan cara rekan kerja mengkritik, beritahu sesegera mungkin, sehingga tidak ada tersisa perasaan buruk antara kalian berdua. 

Jelaskan mengapa Anda marah, dan menyarankan perubahan yang dapat dilakukan untuk memperkuat hubungan Anda. 


11. Terimalah kenyataan

Menerima kenyataan bahwa orang lain mungkin melihat sesuatu yang tidak Anda lakukan. Bahkan jika Anda tidak setuju dengan kritik, yang lain mungkin melihat sesuatu yang Anda bahkan tidak menyadari. Jika mereka mengatakan bahwa Anda negatif atau sombong, dan Anda merasa bahwa Anda baik; mungkin Anda hanya tidak melihatnya. Memungkinkan fakta bahwa orang lain mungkin benar, dan menggunakan kemungkinan untuk melihat ke dalam diri sendiri.


12. Mintalah beberapa waktu untuk berpikir 

Ketika orang mengkritik, perasaan kuat yang terjadi kemudian bisa jadi sulit untuk    mengontrol. "Jika Anda berakhir di tetesan air mata, itu akan menjadi momen yang tak terlupakan dan membekas dalam hati," kata Dana Brownlee, pendiri Matters Profesionalisme, Atlanta, sebuah perusahaan korporasi-pelatihan. 


Jika Sahabat belum siap, mintalah waktu 24 jam sebelum menanggapi kritikan yang kamu terima. Menurut Brad Karsh, presiden sebuah perusahaan konsultasi dan pelatihan di Chicago, "Katakanlah, 'terima kasih banyak untuk feedback-nya. Beri saya waktu berpikir tentang hal ini."